Materi tentang Firewall Pada Jaringan Komputer

  Nama: Tri Anggoro Jati

  Kelas: XII TKJ 1

1. Pengertian Firewall pada Jaringan komputer.    firewall merupakan sistem keamanan jaringan komputer yang berfungsi untuk melindungi komputer dari berbagai macam serangan komputer luar. Dengan adanya firewall, dapat dipastikan bahwa data pada komputer atau server web yang terhubung tidak akan bisa diakses oleh siapapun di Internet.



2. Karakteristik Firewall
1. Firewall harus kebal serta relatif kuat. Karakter pertama ini akan membuat firewall kebal dari berbagai serangan yang ada saat melakukan identifikasi terhadap data yang masuk ke dalam jaringan
2. Seluruh aktivitas serta lalu lintas masuk dan keluar data harus melalui firewall agar bisa dideteksi dengan baikSeluruh aktivitas serta lalu lintas masuk dan keluar data harus melalui firewall agar bisa dideteksi dengan baik
3. Firewall dapat dilewati oleh aktivitas atau oleh lalu lintas yang sudah dikenal sebelumnya atau didaftar dengan melakukan setting pada access policy keamanan lokal yang ada.

3. Fungsi Firewall
1. Melakukan kontrol terhadap lalu lintas paket data yang masuk ke jaringan private, seperti VPN.
2. Melakukan pencatatan pada semua transaksi dari seluruh peristiwa yang terjadi didalam firewall, ini dapat membantu sebagai pendeteksi dini akan kemungkinan peretasan jaringan.
3. Melakukan proteksi terhadap sumber daya dalam internet.
4. Firewall wajib mengecek dan memeriksa terlebih dahulu paket data yang akan melalui jaringan privat.

4. Manfaat Firewall pada Jaringan Komputer
1. Firewall berfungsi sebagai sistem yang mengatur komunikasi antara dua jaringan yang berlainan.
2. irewall bermanfaat menjaga data dan informasi yang bersifat rahasia dan berharga yang menyelinap masuk ke jaringan internal tanpa sepengetahuan. Contoh: dalam sebuah organisasi atau perusahaan, FTP (file transfer protocol) lalu lintas jaringan internet akan dikendalikan oleh firewall guna mencegah pengguna jaringan untuk mengirim file rahasia yang disengaja atau tidak sengaja ke pihak lain.
3. Firewall ini akan membantu mengawasi setiap pesan yang masuk dan memblok jika pesan tersebut tidak sesuai kriteria keamanan sebuah jaringan.
4. Perangkat firewall ini akan mengatur, memfilter, dan mengontrol segala data yang keluar masuk melalui jaringan. Fungsi ini mencegah pengguna berbagi file, dan bermain-main dengan jaringan. Aplikasi seperti ini akan sangat berguna terutama pada sebuah korporasi atau organisasi.
5. Firewall dapat mencegah modifikasi data yang tidak sah di website. Contoh: dalam sebuah perusahaan bisnis akurasi data sangatlah penting seperti keuangan, spesifikasi produk, harga produk, dan lain-lain sehingga jangan sampai data tersebut dapat diubah oleh sumber eksternal karena akan merugikan sebuah perusahaan tersebut.

5. Prinsip dan Cara Kerja Firewall pada Jaringan
Cara kerja dari firewall adalah menganalisa paket data yang masuk dan keluar di dalam jangkauan aman yang terlindungi oleh firewall tersebut. Paket data yang tidak lolos dari analisis akan ditolak aksesnya baik masuk ataupun keluar jaringan yang telah dilindungi.
Penyaring pada firewall atau filternya akan bekerja dengan memeriksa sumber paket data yang masuk dengan beberapa ketentuan yang dibuat untuk mengontrol paket yang dapat masuk. Sistem ini juga melakukan blokir jaringan tertentu dan mencatat lalu lintas paket data yang mencurigakan.

6. Arsitektur Firewall pada Jaringan Komputer
Didalam Firewall sendiri terdapat 3 Arsitektur dan berikut ini penjelasannya:
1. Arsitektur dual-homed host
Arsitektur ini dibuat di sekitar komputer dual-homed host, yaitu komputer yang memiliki paling sedikit dua interface jaringan. Untuk mengimplementasikan tipe arsitektur dual-homed host, fungsi router pada host ini di non-aktifkan. Sistem di dalam firewall dapat berkomunikasi dengan dual-homed host dan sistem di luar firewall dapat berkomunikasi dengan dual-homed host, tetapi kedua sistem ini tidak dapat berkomunikasi secara langsung.


2. Arsitektur screened host
Arsitektur ini menyediakan service dari sebuah host pada jaringan internal dengan menggunakan router yang terpisah. Pengamanan pada arsitektur ini dilakukan dengan menggunakan paket filtering.
Tiap sistem eksternal yang mencoba untuk mengakses sistem internal harus berhubungan dengan bastion host. Bastion host diperlukan untuk tingkat keamanan yang tinggi. Bastion host berada dalam jaringan internal.



3. Arsitektur screened subnet
Arsitektur screened subnet menambahkan sebuah layer pengaman tambahan pada arsitektur screened host, yaitu dengan menambahkan sebuah jaringan parameter yang lebih mengisolasi jaringan internal dari jaringan internet.


Jaringan perimeter mengisolasi bastion host sehingga tidak langsung terhubung ke jaringan internal. Arsitektur ini yang paling sederhana memiliki dua buah screening router, yang masing-masing terhubung ke jaringan parameter. Router pertama terletak di antara jaringan parameter dan jaringan internal, dan router kedua terletak diantara jaringan parameter dan jaringan eksternal (biasanya internet).



7. Teknologi Firewall pada Jaringan Komputer
1. Packet-filtering firewall; sebuah teknologi firewall yang bekerja pada titik-titik tempat pertemuan berbagai perangkat.
2. Circuit-level gateway, sebuah teknologi firewall yang mengawasi seluruh pergerakan informasi melalui protokol internet di seluruh jaringan untuk menentukan terpercaya atau tidaknya sebuah koneksi.
3. Stateful inspection firewall; sebuah teknologi firewall yang tidak hanya memeriksa isi dari sebuah paket informasi, melainkan riwayat paket tersebut dalam hubungannya dengan protokol atau jaringan-jaringan terdahulu yang perndah terdeteksi.
4. Application-level gateway; sebuah teknologi firewall dalam bentuk proksi yang menggabugnkan kemampuan packet filtering dan circuit-level gateway firewall. Teknologi ini menentukan tingkat kepercayaan sebuah koneksi berdasarkan layanan yang dituju.
5. Next-generation firewall; sebuah teknologi firewall yang memeriksa setiap isi dari paket data yang masuk atau keluar, termasuk sesi penelusuran internet yang sedang berjalan, bahkan jika dikombinasikan dengan koneksi dari sebuah perangkat jaringan HTTPS.

8. Firewall Policies
Firewall instan menyediakan kontrol berbasis identitas untuk menegakkan keamanan lapisan aplikasi, prioritas, penerusan lalu lintas, dan kebijakan kinerja jaringan untuk jaringan berkabel dan nirkabel. Dengan menggunakan Firewall instan, Anda dapat menerapkan kebijakan akses jaringan yang menentukan akses ke jaringan, area jaringan yang dapat diakses pengguna, dan ambang kinerja dari berbagai aplikasi.
Instan mendukung firewall stateful berbasis peran. Firewall instan mengenali aliran dalam jaringan dan melacak status sesi. Firewall instan mengatur paket sesuai dengan aturan pertama yang cocok dengan paket. Log firewall di IAP dibuat sebagai pesan syslog.
Aturan Daftar Kontrol Akses
Anda bisa menggunakan aturan Access Control List (ACL) untuk mengizinkan atau menolak paket data yang melewati IAP. Anda juga dapat membatasi paket atau bandwidth yang tersedia untuk sekumpulan peran pengguna dengan menentukan aturan akses. Dengan menambahkan aturan khusus, Anda dapat memblokir atau mengizinkan akses berdasarkan layanan atau aplikasi, sumber atau alamat IP tujuan.
Anda dapat membuat aturan akses untuk memperbolehkan atau memblokir paket data yang cocok dengan kriteria yang ditentukan dalam aturan akses. Anda dapat membuat aturan untuk lalu lintas masuk atau keluar. Aturan masuk secara eksplisit mengizinkan atau memblokir lalu lintas jaringan masuk yang cocok dengan kriteria di aturan. Aturan keluar secara eksplisit mengizinkan atau memblokir lalu lintas jaringan yang cocok dengan kriteria dalam aturan tersebut. Misalnya, Anda dapat mengonfigurasi aturan untuk secara eksplisit memblokir lalu lintas keluar ke alamat IP melalui firewall.
Klien IAP dikaitkan dengan peran pengguna, yang menentukan hak istimewa jaringan klien dan frekuensi di mana klien mengautentikasi ulang.
Instan mendukung jenis ACL berikut:
· ACL yang mengizinkan atau menolak lalu lintas berdasarkan alamat IP sumber paket.
· ACL yang mengizinkan atau menolak lalu lintas berdasarkan alamat IP sumber atau tujuan, nomor port sumber atau tujuan.
· ACL yang mengizinkan atau menolak lalu lintas berdasarkan layanan jaringan, aplikasi, kategori aplikasi, kategori web, dan peringkat keamanan.

9. Kelebihan dan kekurangan firewall pada jaringan komputer. 
- Kelebihan Firewall
1. Mendeteksi adanya malware atau ancaman dari sebuah situs.
2. Memperingatkan user ketika akan mendownload apapun yang berasal dari situs yang tidak aman.
3. Lebih mudah di telusuri bila terjadi kesalahan konfigurasi karena firewall terbuat dalam versi bahasa script.
4. Sangat berguna ketika user melakukan koneksi jaringan pada tempat umum
5. firewall dapat diterapkan pada perangkat jaringan biasa

- Kekurangan Firewall
1. firewall tidak dapat melindungi dari serangan virus.
2. Firewall tidak dapat membantu mencegah pencurian data ataupun peretasan yang dilakukan dari dalam,
3. firewall tidak dapat melindungi user dari serangan metode baru yang belum dikenal oleh firewall
4. Tidak semua malware bisa terdeteksi dengan baik

10. IP Tables pada Jaringan Komputer
Iptables merupakan suatu tools dalam siistem operasi linux yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan filter/penyaringan terhadap lalu lintas data/traffic.Secara sederhana digambarkan sebagai pengatur lalu lintas data.Dengan Iptables inilah kita akan mengatur semua lalu lintas dalam komputer kita, baik yang masuk ke komputer, keluar dari komputer, ataupun traffic yang hanya sekedar melewati komputer kita.
Dengan kemampuan tools Iptables ini, kita bisa melakukan banyak hal dengan Iptables, yang paling penting adalah bahwa dengan Iptables ini kita bisa membuat aturan (rule) untuk aturan lalu lintas data.Aturan aturan itu dapat mencakup banyak hal, seperti besar data yang boleh lewat, jenis peket/datagram yang dapat diterima mengatur traffic berdasarkan asal dan tujuan data, forwarding, nat, redirecting, pengelolaan port, dan firewall.
Membahas prinsip dasar firewall Iptables, mengelola akses internet berdasarkan alamat IP, port aplikasi dan MAC Address, Firewall Iptables packet filtering memlki 3 aturan (policy), yaitu:

  • INPUT 
  • - Mengatur paket data yang memasuki firewall dari arah internet maupun ke internet.Kita bisa mengelola komputr mana saja yang bisa mngakses firewall, misal hanya IP 192.168.10.2 yang bisa mengakses ke SSH yang lain tidak.

  • - OUTPUT
  • Mengatur paket data yang keluar dari firewall ke arah internet maupun ke internet.Biasanya output tidak diset, karena dapat membatasi kemampan firewall itu sendiri.

  • - FORWARD
  • Mengatur paket data yang melintasi firewall dari arah internet ke internet maupun sebaliknya.Policy forward banyak dipakai saat ini untuk mengatur koneksi internet berdasarkan port, MAC address dan IP address.
Selain aturan (policy) firewall Iptables juga mempunyai parameter yang disebut TARGET, yaitu status yang menentukan koneksi di Iptables diiznkan lewat atau tidak.TARGET tersebut ada tiga macam yaitu:

  • - ACCEPT
  • Akses diterima dan diizinkan melewati firewall.

  • - REJECT
  • Akses ditolak, koneksi dari komputer client yang melewati firewall langsung terputus, biasanya akan muncul pesan "Connection Refused".Target Reject tidak menghabiskan bandwidth internet karena akses langsung ditolak, Reject ini berbeda dengan Drop.

  • - DROP
  • Akses diterima tetapi paket data langsung dibuang oleh kernel, sehingga pengguna tidak mengetahui kalau koneksi dibatasi oleh firewall, pengguna melihat bahwa seakan seakan server yang dihubungi mengalami permasalahan teknis.Pada koneksi internet yang sibuk dengan traffic tinggi Target Drop sebaiknya jangan digunakan terlebih dahulu.

11. IP Firewall pada Jaringan Komputer
Maksud dari IP Firewall pada Jaringan Komputer adalah IP Address yang telah diamankan oleh fitur firewall yang ada dalam jaringan.

12. Instrussiom Detectiom System pada Jaringan Komputer
Intrusion Detection System digunakan untuk mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan. Intrusion adalah aktivitas tidak sah atau tidak diinginkan yang mengganggu konfidensialitas, integritas dan atau ketersediaan dari informasi yang terdapat di sebuah sistem. IDS akan memonitor lalu lintas data pada sebuah jaringan atau mengambil data dari berkas log. IDS akan menganalisa dan dengan algoritma tertentu akan memutuskan untuk memberi peringatan kepada seorang administrator jaringan atau tidak.

Cara kerja Instrussiom Detectiom System
Ada beberapa cara bagaimana IDS bekerja. Cara yang paling populer adalah dengan menggunakan pendeteksian berbasis signature (seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa antivirus), yang melibatkan pencocokan lalu lintas jaringan dengan basis data yang berisi cara-cara serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang. Sama seperti halnya antivirus, jenis ini membutuhkan pembaruan terhadap basis data signature IDS yang bersangkutan.
Metode selanjutnya adalah dengan mendeteksi adanya anomali, yang disebut sebagai Anomaly-based IDS. Jenis ini melibatkan pola lalu lintas yang mungkin merupakan sebuah serangan yang sedang dilakukan oleh penyerang. Umumnya, dilakukan dengan menggunakan teknik statistik untuk membandingkan lalu lintas yang sedang dipantau dengan lalu lintas normal yang biasa terjadi. Metode ini menawarkan kelebihan dibandingkan signature-based IDS, yakni ia dapat mendeteksi bentuk serangan yang baru dan belum terdapat di dalam basis data signature IDS. Kelemahannya, adalah jenis ini sering mengeluarkan pesan false positive. Sehingga tugas administrator menjadi lebih rumit, dengan harus memilah-milah mana yang merupakan serangan yang sebenarnya dari banyaknya laporan false positive yang muncul.

Komentar

Postingan populer dari blog ini